Desain Basis Data dengan Data Eksisting, POC, dan Implementasi Sistem

Proses desain basis data merupakan salah satu yang paling dasar dilakukan sebelum membuat aplikasi basis data. Dalam perencanaannya, kita bisa memilah-milah data menjadi entitas-entitas, atribut, dan relasi. Kita bisa membaca banyak sekali saran-saran maupun metode-metode dalam penyusunan desain ini, tetapi permasalahan akan semakin bertambah apabila kita harus membuat aplikasi baru dari data yang sudah ada.

Permasalahan dengan data eksisting adalah kita tidak bisa leluasa berkreasi karena dibatasi oleh ketersediaan data yang ada. Kita tidak dapat memaksakan sebuah desain yang benar-benar atomic, normal (hasil normalisasi), dan efisien. Terkadang kita harus menambahkan atribut, relasi, maupun entitas baru yang sebenarnya tidak dibutuhkan apabila kita membuat basis data kosong.
Apalagi kalau Anda harus berhadapan dengan data eksisting yang jumlahnya besar namun datanya tidak konsisten. Anda memerlukan trik-trik tambahan, salah satunya menempatkan default value pada data-data yang tidak konsisten maupun data kosong.

Dalam proses pembuatan aplikasi, Anda juga harus memperhatikan infrastruktur yang akan menunjang aplikasi Anda. Anda tidak dapat membuat kueri yang memakan waktu dan sumber daya terlalu banyak dalam jaringan yang lambat. Anda dituntut untuk menggunakan koneksi seefisien mungkin supaya jalur data tidak mengganggu proses bisnis organisasi yang Anda layani. Anda mungkin harus bekerja ekstra dalam membuat stored procedure dan trigger yang diletakkan dalam server sehingga mengurangi beban jaringan.

Ketika Anda harus berhadapan dengan kebijakan organisasi tentang hak akses data, Anda juga dituntut memodifikasi skrip (dan bila perlu hak akses basis data) untuk mendukung kebijakan ini, sehingga proses pembuatan aplikasi akan memakan waktu lebih lama. Dalam prosesnya, Anda tidak boleh melupakan Proof of Concept (POC) untuk mencoba apakah teknik-teknik yang akan Anda pakai dapat diterapkan dalam organisasi Anda. POC ini biasanya dilakukan di awal masa pengembangan sehingga proses development dan hasil akhir tidak menjadi sia-sia dan dapat diterapkan dalam organisasi Anda.

Perlu diingat bahwa proses implementasi sistem baru adalah salah satu tahapan yang paling sulit, karena kita dihadapkan pada orang-orang yang memiliki karakteristik yang berbeda. Lain halnya ketika kita berhadapan dengan mesin yang dapat dengan mudah dikendalikan, kita tidak dapat mengubah pola kerja dan pola pikir seseorang untuk menyesuaikan dengan sistem baru yang kita luncurkan.

1 Comment

  1. Wandi Sukoharjo wrote
    at 12:41 - 4th June 2011 Permalink

    Betul sekali mas. Kemampuan IT memang sangat diperlukan, terlebih moral IT.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *


four × 2 =